This is default featured slide 1 title
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.
This is default featured slide 2 title
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.
This is default featured slide 3 title
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.
This is default featured slide 4 title
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.
This is default featured slide 5 title
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.
Senin, 18 September 2017
Senin, 28 Desember 2015
CARA BUDIDAYA TERONG
Panduan praktis budidaya terong
Terdapat banyak ragam terong yang dibudidayakan di Indonesia, mulai dari terong lokal seperti terong gelatik, terong kopek, terong bogor, terong medan hingga terong impor seperti terong Jepang. Bentuk dan warna buah terong cukup beragam ada yang putih, hijau hingga ungu. Bentuknya pun ada yang bulat, lonjong besar, hingga lonjong dengan ujung lancip.
Kondisi tanah ideal untuk budidaya terong adalah tanah lempung berpasir dengan kisaran pH 6,5-7. Terong berproduksi maksimal pada kisaran suhu 22-30oC. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup, oleh karena itu cocok ditanam pada musim kemarau.
Terong masih satu keluarga dengan cabe, tomat dan kentang. Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman-tanaman tersebut bisa juga mengganggu budidaya terong. Oleh karena itu dalam melakukan rotasi tanaman, usahakan tidak dengan tanaman-tanaman tersebut.
Penyemaian benih terong
Benih yang baik untuk budidaya terong memilki daya tumbuh di atas 75%. Dengan benih seperti itu, kebutuhan benih untuk satu hektar mencapai 300-500 gram. Sebelum ditanam di lahan terbuka, benih terong sebaiknya disemaikan terlebih dahulu.Rendam benih terong dalam air hangat selama 10-15 menit, kemudian bungkus benih dengan kain basah dan diamkan selama 24 jam. Buat alur berjarak 5-10 cm diatas bedengan untuk menebarkan benih. Kemudian tebarkan benih dan tutup dengan tanah tipis-tipis. Setelah itu, tutup bedengan dengan daun pisang atau karung goni basah. Siram dengan air untuk menjaga kelembaban persemaian.
Setelah 2-3 hari kecambah mulai tumbuh menjadi tanaman, buka daun pisang atau karung goni tersebut. Kemudian siram setiap hari tanaman tersebut. Setelah 10-15 hari, pindahkan bibit tanaman kedalam bumbunan daun pisang atau polybag kecil (9X10 cm), satu polybag satu tanaman. Isi polybag atau bumbunan daun pisang dengan tanah dan kompos, perbandingan 1:1. Silahkan baca cara membuat media tanam polybag.
Sirami tanaman yang ada dalam polybag tersebut setiap hari. Setelah tanaman berumur 1-1,5 bulan atau telah memiliki minimal 4 helai daun, tanaman tersebut siap dipindahkan ke lahan terbuka.
Pengolahan tanah dan penanaman
Lahan untuk budidaya terong dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 30 cm. Bersihkan tanah dari gulma dan kerikil. Bentuk bedengan dengan lebar 1 meter tinggi 30 cm dan panjang disesuaikan dengan bentuk lahan. Jarak antar bedengan 40 cm.Gunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar, bisa berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 15 ton per hektar. Taburkan di atas bedengan dan aduk hingga merata. Budidaya terong menghendaki tingkat keasaman tanah sekitar pH 5-6. Apabila pH kurang dari 5 tambahkan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar satu minggu sebelum tanam.
Buat lubang tanam secara berbaris, satu bedengan sebanyak dua baris. Jarak tanam antar lubang tanam 60 cm dan jarak antar baris 70 cm. Lebar lubang dan kedalaman disesuaikan dengan ukuran polybag bibit.
Sebelum bibit dipindahkan, siram bedengan dengan air. Tanaman terong cenderung tidak tahan dengan kekeringan. Pindahkan bibit tanaman satu lubang diisi satu bibit tanaman. Hati-hati dalam memindahkan tanaman, jaga agar akar tanamah tidak putus atau rusak.
Perawatan budidaya terong
Lakukan penyulaman tanaman setelah satu minggu. Cabut tanaman yang terlihat layu atau tidak sehat dan pertumbuhannya abnormal. Pencabutan dilakukan beserta media tumbuhnya. Ganti dengan bibit baru.Pemupukan tambahan dilakukan mulai dari 2 minggu setelah bibit ditanam. Untuk budidaya terong non-organik berikan pupuk urea dengan dosis 80 kg/ha dan KCl 45 Kg/ha. Sedangkan untuk budidaya terong organik berikan pupuk kompos atau pupuk kandang, masing-masing satu kepal atau kira-kira 0,5 kg per tanaman.
Ulangi pemberian pupuk susulan pada minggu ke-5 dan ke-7 setelah bibit ditanam. Sambil memberikan pupuk susulan, siangi gulma yang terdapat dalam bedengan tanaman. Bersihkan juga semak belukar yang terdapat disekitar area tanaman.
Pemasangan ajir atau bilah bambu untuk menopang tanaman dilakukan setelah tanaman berumur 3 minggu. Penancapan ajir hendaknya berjarak 5-7 cm dari pangkal batang. Jangan sampai penancapan ajir melukai akar tanaman. Ikat tanaman pada ajir dengan tali rafia.
Apabila tidak turun hujan penyiraman hendaknya dilakukan setiap tiga hari sampai tanaman berbunga. Setelah tanaman berbunga, tingkatkan frekuensinya hingga dua hari sekali.
Panen budidaya terong
Panen pertama usaha budidaya terong biasanya dilakukan setelah 70-80 hari sejak bibit ditanam. Selanjutnya, panen dilakukan setiap 3-7 hari sekali. Dalam satu kali musim tanam, bia mencapai 13-15 kali panen, bahkan bisa lebih.Waktu yang tepat untuk panen adalah pagi dan sore hari. Buah dipetik dengan tangkainya, buah terung tidak tahan lama. Oleh karena itu harus segera dipasarkan begitu selesai panen. Sortasi untuk budidaya terong dilakukan berdasarkan ukuran dan warna buah.
BUDI DAYA TANAMAN TIMUN YANG BAIK DAN BENAR
BUDIDAYA TANAMAN TIMUN YANG BAIK DAN BENAR
Agroklimat (tanah dan iklim)
Perawatan Tanaman
Hama dan Penyakit Timun
HAMA PADA TIMUN
Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar. Pengendalian ulat tanah ini dapat di lakukan dengan menggunakan Insektisida Biologi TUREX yang di campur dengan Dedak halus yang di camur dengan irisan daun pepaya. Untuk Dosisnya TUREX 100 Gram di campur dengan dedak halus 1 Kg dicampur rata dengan Irisan daun pepaya sampai rata. Selanjutnya campuraan di berikan di pangkal Tanaman 1 sendok per tanaman. Pemberian dilakukan pada sore hari karena sifat dari ulat tanah ini keluar dan makan pada malam hari.
Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Pengendalian : STOPPER + PROMECTIN 60 EC.

Penyebab : Cucumber Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic, PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov. Gejala : daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil. Pengendalian: dengan mengendalikan serangga vektor dengan Winder 100 EC + Samite 135 EC + Promectin 60 EC, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.
Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus.
PENYAKIT PADA TIMUN

Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala: bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian : Starmil 25 WP + Victory ata Victory Mix
4. BERCAK DAUN BERSUDUT
Penyebab : cendawan (1) Phytium aphinadermatum (Edson) Fizt.; (2) Phytopthora sp., Fusarium sp.; (3) Rhizophus sp., (4) Erwinia carotovora pv. Carotovora. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan. Gejala : (1) Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah; (2) Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut; (3) Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah; (4) Erwinia carotovora: buah membusuk, hancur dan berbau busuk. Pengendalian: dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 – 7 derajat C.
Pemanenan
Buah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acara umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam, mentimun hibrida dipanen 42 hari setelah tanam Mentimun Suri dipanen setelah matang.
Cara Panen
Periode Panen
CARA MENANANAM DAN BUDIDAYA TANAMAN JAMBU
CARA MENAMAM UBI AGAR HASILNYA LEBIH BANYAK
- Daya tahan terhadap penyakit lebih kuat
- Dapat bertahan hidup pada cuaca panas
- Masa panen yang relatif lama sehingga bisa dijadikan untuk lumbung
- Hampir semua bagian dari singkong dapat dimanfaatkan
CARA MENANAM LOMBOK MERAH
Cara menanam cabe dalam polybag
Cara menanam cabe dalam pot atau polybag cukup mudah dilakukan. Menanam cabe bisa dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum menanam cabe bisa dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter diatas permukaan laut. Suhu optimal bagi tanaman cabe ada pada kisaran 24-27oC, namun masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Sifat tersebut tergantung dari jenis varietas cabe.
Salah satu jenis cabe yang cocok untuk ditanam di pekarangan adalah cabe kerting. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis dan rasanya pedas banyak disukai di pasaran. Berikut ini kami paparkan tentang cara menanam cabe keriting dalam polybag.
Pemilihan benih
Di pasaran banyak macam varietas cabe keriting, mulai dari hibrida hingga varietas lokal. Cara menanam cabe lokal dan hibrida tidak mempunyai perbedaan yang berarti. Hanya saja beberapa cabe hibrida dianjurkan dirawat dengan produk-produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan Thailand, sedangkan varietas lokal banyak ditanam di Rembang, Kudus, hingga Tanah Karo, Sumatera Utara.Saat ini terdapat varietas lokal hasil seleksi, produktivitasnya pun lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benihnya dijual dalam kemasan kaleng seperti tampar yang diproduksi Sang Hyang Sri. Dari segi teknis, cara menanam cabe keriting lokal lebih sederhana dan anti ribet dibanding cara menanam cabe hibrida. Cabe lokal lebih adaptif dengan kondidi lingkungan dibanding cabe hibrida. Hanya saja produktivitasnya masih kalah dari hibrida.
Penyemaian benih
Cara menanam cabe dalam polybag sebaiknya tidak langsung dilakukan dari benih atau biji. Pertama-tama benih cabe harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini gunanya untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat atau berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar.Tempat persemaian bisa berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian, atau petakan tanah. Untuk melihat lebih detail silahkan baca cara membuat media persemaian. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.
Buat petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah lalu aduk hingga rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin agar perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5-10 cm, diatasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.
Masukkan benih cabe dalam larikan dengan jarak 7,5 cm kemudian siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu atau tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan agar karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, kemudian buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabe yang masih kecil dari panas berlebih dan siraman air hujan langsung. Tanaman cabe siap dipindahkan ke polybag besar setelah berumur 3-4 minggu, atau tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.
Penyiapan media tanam
Pilih polybag yang berukuran diatas 30 cm, agar media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabe yang rimbun. Selain polybag, bisa juga digunakan pot dari jenis plastik, semen, tanah, atau keramik. Atau bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tidak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.Cara menanam cabe dalam polybag bisa menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan lain-lainnya. Silahkan baca cara membuat media tanam polybag untuk penjelasan lebih detail.
Beberapa contoh komposisi media tanam diantaranya adalah (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk kandang.
Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag. Aduk hingga campuran tersebut benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng, atau pecahan styrofoam. Gunanya agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.
Pemindahan bibit
Setelah bibit tanaman dan media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabe dari tempat persemaian kedalam polybag. Lakukan pekerjaan ini saat pagi hari atau sore hari, dimana matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian kedalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang menempel pada perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.
Pemeliharaan dan perawatan
- Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau apabila ingin menanam cabe secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.
- Penyiraman, tanaman cabe sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
- Pengajiran, setelah tanaman cabe tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.
- Perompesan, tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga terbentuknya cabang. Gunanya agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu kuat menopang.
- Hama dan penyakit, penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama atau sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, bila terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, kalau terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabe organik gunakan pestisida alami, silahkan lihat di cara membuat pestisida organik.
Pemanenan
Umur cabe dari mulai tanam hingga panen bervariasi tergantung jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal dan buah cabe masih bisa tahan 2CARA MENANAM SEMANGKA DENGAN BAIK DAN BENAR
Iklan
Bagian 1 dari 3: Persiapan Menanam
-
1Pilih jenis semangka yang ingin Anda tanam. Buah ini memiliki besar yang berkisar antara 1,3 kg hingga 32 kg, dan dengan daging buah berwarna merah atau kuning. Semangka Jubilee, Charleston Grey, dan Congo adalah semangka yang besar dan berbentuk silinder. Sementara Sugar Baby dan Ice Box berukuran lebih kecil dan berbentuk seperti bola Bumi.Iklan
- Tentukan apakah Anda akan menanam biji semangka atau transplannya. [1] Biji semangka perlu dikecambahkan pada suhu lebih dari 21 °C. Jadi jika Anda tinggal di tempat bersuhu dingin, Anda mungkin perlu memulai menanam semangka di dalam ruangan beberapa minggu menjelang musim tanam, sehingga Anda akan bisa menanam benihnya pada awal musim tanam. Kalau tidak, rencanakan untuk menanam biji semangka langsung ke tanah pada awal musim tanam, saat suhu stabil di atas 21 °C.
- Biji dan pencangkokan semangka tersedia di toko tanaman pada awal musim semi.
-
2Pilih lokasi penanaman. Tanaman semangka perlu sinar matahari paling sedikit selama 6 jam setiap hari. Tanaman ini juga memiliki batang merambat yang menyebar dan membutuhkan banyak ruang; atur penempatan seluas 1,2x1,8 m untuk setiap tanaman, terkecuali jika Anda menanam varietas semangka mini.
-
3Persiapkan lahan tanam. Gunakan cangkul untuk mempersiapkan lahan tanam dengan baik, pecahkan gumpalan tanah. Bersihkan tanaman lain atau masukan dalam-dalam ke tanah.Iklan
- Semangka menyukai lahan yang liat, subur dan memiliki drainase yang baik Untuk mengetahui apakah lahan Anda memiliki drainase yang baik, lihatlah pada saat hujan lebat. Jika Anda melihat genangan air, maka drainase lahan Anda tidak cukup baik.
- Untuk menyuburkan lahan, tanam kompos pada bagian permukaan lahan. [2]
- Semangka akan tumbuh paling baik pada lahan yang memiliki pH 6,0 sampai 6,8. Tes pH lahan Anda untuk mengetahui apakah sudah cocok untuk tanaman semangka. Jika tidak, maka Anda bisa mengubah pH lahan dengan menambahkan bahan yang tersedia di toko tanaman.
Bagian 2 dari 3: Menanam Semangka
-
1Buat gundukan tanah. Gunakan traktor atau bajak untuk membuat "gundukan" tanah (seperti bukit) untuk menanam biji semangka. Beri jarak 60 cm - 1,8 m antara satu dengan yang lainnya. Meninggikan tanah yang digunakan untuk menanam menjamin tanah cukup longgar agar akar bisa tumbuh, dan oksigen bisa mencapainya dengan mudah, serta menyingkirkan kelembapan berlebihan dari akar tanaman Anda. Gundukan ini juga bisa membantu menyimpan lembap pada cuaca kering.
-
2Tanam biji semangka. Bentuk permukaan yang datar sedikit cekung di bagian atas gundukan tanah. Lalu buat tiga atau empat lubang di dalam tanah dengan alat atau dengan jari Anda, sedalam sekitar 2,5 cm. Masukkan satu hingga empat biji semangka pada masing-masing lubang. Kemudian tutup dengan tanah, perlahan-lahan tekan tanah untuk menjaga kelembapan di sekitar biji agar tidak cepat menguap.
-
3Tunggu hingga mulai bertunas. Biji semangka akan bergerminasi dan tanaman akan muncul sekitar 7-10 hari, tergantung pada suhu tanah dan kedalamannya. Jaga tanah di sekitar biji tetap lembap selama masa germinasi, sediakan air di dekatnya sehingga bisa mencapai akar yang baru terbentuk.
- Saat bibit mulai tumbuh, pilih dua yang terkuat untuk memberikannya cukup ruang untuk tumbuh.
- Jangan sampai lahan tanam mengering; Anda harus menyiramnya paling tidak sekali sehari.
-
4Tutupi masing-masing gundukan dengan bahan yang cocok setelah tanaman mencapai tinggi 10 cm. Anda bisa menggunakan jerami pinus, rumput atau kompos. Coba berikan penutup sebanyak mungkin untuk mencegah rumput liar, mempertahankan kelembapan, dan mencegah tanah menjadi terlalu panas akibat sinar matahari langsung di sekitar akar yang baru saja tumbuh.
-
5Kurangi air saat bunganya mulai mekar. Setelah bunga mulai mekar, beri air setiap 3 hari sekali jika tanah mulai mengering. Tapi pastikan jangan sampai memberi terlalu banyak air, karena semangka hanya membutuhkan sedikit air.
- Jaga agar daun dan buah tetap kering. Anda bisa meletakkan buah di atas kayu bersih, atau batu besar, dll.
- Pada hari yang sangat panas, daun akan semakin mengerut. Jika Anda melihat daun tampak layu di sore hari setelah hari yang panas, beri air.
- Rasa manis semangka bisa ditingkatkan dengan menunda pemberian air satu minggu sebelum memanen. Tapi jangan lakukan cara ini jika menyebabkan batang menjadi layu. Beri air seperti biasanya agar tanaman yang kedua bisa tumbuh dengan baik.
-
6Bersihkan rumput liar secara teratur. Pastikan untuk membersihkan daerah sekitar akar, di sekitar dan di atas batang.Iklan
Bagian 3 dari 3: Memanen Semangka
-
1Pastikan semangka Anda sudah matang. Di bawah kondisi sempurna, semangka akan tumbuh hingga memberikan rasa manis sekitar empat bulan pada cuaca hangat. Memanennya sebelum waktunya hanya akan memberikan semangka dengan rasa yang tidak begitu manis.
- Untuk mengetahui tingkat kematangan semangka, ketuk buahnya. Suara yang kabur menandakan bahwa semangka telah matang. Periksa juga bagian bawahnya jika telah berubah warna dari putih menjadi kuning maka semangka telah matang.
- Sulur keriting di dekat batang semangka juga akan mengering saat siap dipanen.[3]
-
2Potong semangka dari batangnya. Gunakan pisau yang tajam untuk memotong semangka dari batang di dekat buahnya dengan baik. Semangka yang baru dipanen bisa disimpan selama 10 hari.[4]Iklan
Tips
- Anda dapat memperoleh 2-5 buah semangka untuk setiap tanaman merambat.
Peringatan
- Hindari kumbang mentimun. Hama yang satu ini menyukai semangka. Hama lainnya juga seperti kutu dan tungau.
- Jangan menebarkan biji hingga suhu telah mencapai minimum 15,5 ºC. Suhu lahan tanam yang terbaik adalah 24 ºC. Tidak apa-apa mulai menanam biji di dalam pot beberapa hari lebih awal jika diperlukan.
- Jamur berbulu halus dan yang memiliki serbuk bisa menjadi masalah bagi semangka. Karena kumbang mentimun akan memindahkan bakteri yang menyebabkan tanaman menjadi layu. Untuk itu, kendalikan jamur ini.
- Jangan tunggu terlalu lama untuk memanen semangka. Agar semangka tidak menjadi terlalu matang.
- Semangka bisa rusak dengan mudah akibat salju.
- Semangka sensitif terhadap panas dari pupuk. Campur pupuk komersial dengan baik sebelum menyebarkannya, dan berikan sedikit saja.












